Aturan Penulisan Singkatan Gelar (S.Kom, S.E, dr.) agar Tidak Salah

9 / 100 Skor SEO

Pernahkah Anda menerima sebuah dokumen resmi atau undangan pernikahan dengan penulisan nama seperti ini: “Budi Santoso S.pd” ?

Sekilas, tulisan tersebut terlihat biasa saja. Namun, bagi mata yang jeli atau orang yang berkecimpung di dunia akademis, ada kesalahan fatal di sana. Huruf ‘p’ pada gelar tersebut seharusnya kapital, dan tanda bacanya pun perlu diperhatikan.

Aturan Penulisan Singkatan Gelar
Aturan Penulisan Singkatan Gelar

Di Indonesia, gelar akademik bukan sekadar deretan huruf penghias nama. Ia adalah simbol perjuangan, biaya yang tidak sedikit, dan waktu bertahun-tahun yang dikorbankan untuk menuntut ilmu. Salah menulis satu titik, kurang satu spasi, atau salah huruf kapital saja bisa dianggap tidak menghargai jerih payah pemilik gelar tersebut. Bahkan dalam dokumen hukum (seperti Akta Notaris), kesalahan penulisan gelar bisa berakibat pada revisi dokumen yang merepotkan.

Banyak orang—mungkin termasuk Anda—sering merasa bingung:

  • “Kapan harus pakai huruf besar?”

  • “Kenapa S.Kom pakai huruf ‘o’ kecil, sedangkan SE huruf besar semua?”

  • “Apa bedanya dr.(d kecil) dan Dr.(D besar)?”

Jangan khawatir. Sebagai ahli strategi konten yang berpedoman pada Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) , saya akan mengungkap rumus baku penulisan singkatan gelar ini. Panduan ini akan menjadi referensi utama Anda agar tidak pernah salah ketik lagi.

Rumus Dasar PUEBI: Tanda Titik dan Koma adalah Kunci

Sebelum menghafal gelar singkatannya, Anda harus paham dulu aturan tanda bacanya. Ini adalah fondasi yang tidak boleh ditawar.

1. Fungsi Tanda Koma (,) sebagai Pemisah

Aturan pertamanya adalah: Antara nama orang dan gelar akademiknya, WAJIB dipisahkan dengan tanda koma (,).

Tanda koma ini berfungsi untuk membedakan antara nama keluarga/marga dengan singkatan gelar. Jika tidak ada koma, bisa jadi gelar tersebut dianggap sebagai kepanjangan nama.

  • Salah: Budi Santoso S.H. (Terlihat seperti nama Budi adalah “Santoso SH”)

  • Benar: Budi Santoso, S.H. (Ada jeda yang jelas antara orang dan gelarnya).

2. Fungsi Tanda Titik (.) sebagai Pengakhir Singkatan

Aturan keduanya: Setiap kata yang disingkat dalam gelar, harus diakhiri dengan tanda titik (.).

  • Salah: S.E (Kurang titik di akhir)

  • Benar: S.E. (Setiap huruf mewakili satu kata: Sarjana [titik] Ekonomi [titik]).

Panduan Penulisan Gelar Sarjana (S1) yang Sering Dipakai

Gelar Sarjana (Strata 1) di Indonesia ditulis di belakang nama. Ada dua pola utama yang perlu Anda perhatikan agar tidak salah kapitalisasi.

Pola Singkatan Dua Huruf (Kapital Semua)

Pola ini digunakan jika nama jurusan/fakultasnya hanya diambil satu huruf di depannya saja.

  • SE : Sarjana Ekonomi

  • SH : Sarjana Hukum

  • ST : Sarjana Teknik

  • SS : Sarjana Sastra

  • SP : Sarjana Pertanian

  • Melengkung. : Sarjana Agama (Pengecualian umum yang sering pakai 2 huruf kapital, meski ada variasi S.Ag).

Pola Singkatan Tiga Huruf (Ada Huruf Kecil)

Pola ini digunakan jika inisial arah tersebut memerlukan huruf kedua agar tidak tertukar dengan arah lain. Ucapkan huruf kecilnya!

  • S.Pd. : Sarjana Pendidikan (Huruf P besar, d kecil).

  • S.Kom. : Sarjana Komputer (Huruf K besar, o dan m kecil).

  • S.Sos. : Sarjana Sosial.

  • S.Ked. : Sarjana Kedokteran.

  • S.Psi. : Sarjana Psikologi.

Peringatan: Jangan pernah menulis S.PD(kapital semua) atau s.Pd(s kecil di depan). Itu adalah pelanggaran berat PUEBI.

Panduan Penulisan Gelar Magister (S2) dan Doktor (S3)

Naik ke jenjang berikutnya, aturannya mirip namun huruf depannya berubah menjadi ‘M’ untuk Magister.

Singtakan Gelar Magister yang Populer

  • MM : Magister Manajemen.

  • M.Kom. : Magister Komputer.

  • M.Si. : Magister Sains.

  • M.Pd. : Magister Pendidikan.

  • M.Kn. : Magister Kenotariatan.

  • M.H. : Magister Hukum.

  • M.A. : Master of Arts (Gelar S2 humaniora, sering dari luar negeri atau adopsi lokal).

Cara Menulis Gelar Doktor (S3)

Ini adalah gelar akademik tertinggi (Strata 3). Berbeda dengan S1 dan S2 yang diletakkan di belakang, gelar Doktor diletakkan di DEPAN NAMA.

  • Penulisan: Dr. (Huruf D besar, r kecil, diakhiri titik).

  • Contoh: Dr. Budi Santoso.

Perbedaan Menulis “dr.” (Dokter) dan “Dr.” (Doktor)

Ini adalah bagian yang paling sering salah kaprah di masyarakat. Satu huruf besar/kecil bisa mengubah makna profesi seseorang secara total.

dr. (Kecil) untuk Profesi Medis

Gelar untuk dokter medis (yang mengobati pasien di rumah sakit/klinik) ditulis dengan huruf d kecil.

  • Penulisan: dr.

  • Contoh: dr. Boyke (Dokter medis).

Dr. (Besar) untuk Jenjang Akademik Tertinggi

Gelar untuk lulusan S3 (Doktor Filsafat/Akademik) ditulis dengan huruf D besar.

  • Penulisan: Dr.

  • Contoh: Dr. Sri Mulyani (Beliau adalah Doktor Ekonomi, bukan dokter medis).

Bagaimana Jika Seseorang Punya Keduanya?

Jika ada seseorang yang berprofesi dokter medis DAN sudah lulus S3, maka penulisannya digabung (biasanya gelar akademik tertinggi di depan).

  • Contoh: Dr. dr. Siti Fadilah (Beliau Doktor S3 dan juga dokter medis).

Penulisan Gelar Diploma dan Vokasi

Jangan lupakan lulusan vokasi. Penulisannya sedikit berbeda karena terdiri dari dua kata (Ahli Madya).

Gelar Ahli Madya (A.Md.)

Singkatan dari Ahli Madya adalah A.Md. (A besar, M besar, d kecil). Seringkali diikuti spesialisasi jurusannya.

  • A.Md. : Ahli Madya (Umum).

  • A.Md.Keb. : Ahli Madya Kebidanan.

  • A.Md.Kep. : Ahli Madya Keperawatan.

  • A.Md.Par. : Ahli Madya Pariwisata.

Gelar Sarjana Terapan (D4)

Sekarang D4 setara dengan S1, namun gelarnya berbeda.

  • S.Tr. : Sarjana Terapan.

  • Contoh: S.Tr.Par. (Sarjana Terapan Pariwisata).

Bagaimana Jika Satu Orang Memiliki Banyak Gelar?

Seringkali kita bertemu tamu VVIP yang memiliki gelar S1, S2, dan S3 sekaligus, ditambah gelar profesi. Bagaimana menyusunnya?

Penggunaan Tanda Koma Antar Gelar

Setiap gelar harus dipisahkan dengan tanda koma (,).

  • Rumus: Nama, Gelar1, Gelar2.

  • Contoh: Budi Santoso, S.E., M.M. (Perhatikan: Ada spasi setelah koma).

Urutan Gelar yang Benar

Secara umum, urutan penulisan dimulai dari jenjang terendah (S1) ke tertinggi (S2), atau bisa juga menulis gelar tertinggi/terakhir saja.

  • Contoh Lengkap: Prof. Dr. Budi Santoso, S.H., M.H.

Kesalahan Umum yang Wajib Dihindari (Studi Kasus)

Agar Anda benar-benar mahir, hindari kesalahan-kesalahan “sepele” berikut ini yang sering saya temukan di label undangan:

  1. Menghilangkan Tanda Titik di Akhir

    • Salah: S.E

    • Benar: S.E. (Titik adalah penutup singkatan).

  2. Salah Kapitalisasi

    • Salah: S.pd. (p kecil salah).

    • Salah: S.PD. (D besar salah).

    • Benar: S.Pd.

  3. Lupa Spasi Setelah Koma

    • Salah: Budi,S.H.

    • Benar: Budi, S.H. (Berikan napas/spasi setelah nama agar mudah dibaca).

Kesimpulan

Menulis singkatan gelar sebenarnya sederhana jika Anda teliti pada tiga komponen utama: Tanda Koma (pemisah nama), Tanda Titik (pemisah singkatan), dan Huruf Kapital (sesuai kode arah).

Meskipun terlihat kecil, penulisan gelar yang benar menunjukkan integritas, ketelitian, dan rasa hormat Anda kepada pemilik nama. Ini adalah etika dasar dalam korespondensi resmi maupun sosial seperti undangan pernikahan.

Apa langkah selanjutnya? Jangan biarkan kesalahan kecil merusak kredibilitas dokumen atau undangan pernikahan Anda. Simpan artikel ini sebagai “kamus saku” Anda saat mengetik nama gelar nanti!

Sudah paham cara menulis singkatannya? Sekarang saatnya belajar menyusunnya di label. Pelajari artikel saya tentang [Urutan Penulisan Nama Tamu Undangan: Nama Dulu atau Gelar Dulu?] atau cek [Kesalahan Fatal Penulisan Nama di Undangan] agar persiapan Anda semakin sempurna.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apakah gelar Ir. (Insinyur) masih digunakan? Gelar Ir. adalah gelar profesi insinyur (zaman dulu setara akademik S1 Teknik). Saat ini, lulusan teknik mendapat gelar ST , namun gelar Ir. bisa didapat setelah mengambil pendidikan profesi insinyur (PPI). Jika orang tersebut lulusan lama atau sudah PPI, gelar Ir.tetap ditulis di DEPAN NAMA karena dianggap setara dengan profesi.

2. Bagaimana penulisan gelar MBA dari luar negeri? Gelar Master of Business Administration sering ditulis MBA (tanpa titik) di kartu nama bisnis internasional. Namun, jika Merujuk PUEBI yang ketat, singkatan harus diberi titik: MBA

3. Bolehkah gelar S1 tidak ditulis jika sudah punya S2? Boleh, dan ini sangat umum di undangan pernikahan yang tempatnya terbatas. Menulis gelar tertinggi saja (misal: Budi, M.M.) sudah dianggap sopan dan mewakili kompetensi akademisnya.

4. Apa singkatan dari Sarjana Hukum Islam? Sering tertukar dengan SH (Hukum umum). Untuk Hukum Islam, dulu gelarnya adalah SHI (Sarjana Hukum Islam). Namun saat ini banyak yang bertransformasi menjadi SH juga di beberapa universitas, atau S.Sy. (Sarjana Syariah). Pastikan bertanya pada orangnya untuk validasi.

Tinggalkan komentar